Iklan 1

Saturday, April 23, 2016

Toyota All New Sienta, Honda Freed killer

Moin Readers, berapa waktu ini pasti santer mendengar Toyota All New Sienta. Apapula itu Sienta? Istimewanya seperti apa? ane ulas singkat buat Readers, semoga bisa segera test drive mobil ini.

Toyota All New Sienta merupakan mobil yang akan diadu head to head dengan Honda Freed di segmen sempit. Secara dimensi lebih kecil dari MPV Toyota Nav1 dan yang khas yaitu side sliding door.

Selama ini Honda Freed melenggang sendiri tanpa pesaing. Dengan masuknya Sienta, tentunya bakal menjadi musuh sepadan untuk Freed.
Melihat penjualan Freed di tahun 2015 sebanyak 3288 unit, tentu angka yang amat kecil jika dibandingkan dengan penjualan Avanza di tahun 2015 yg bisa membukukan angka 133.153 unit.
Lalu apa istimewanya Toyota bermain di segmen ini? Kalau menurut ane, sepertinya Toyota sebagai market leader MPV, tentunya untuk mempertahankan dominasi maka Toyota membuat Sienta sebagai pilihan produk. Dengan product positioning bagi gaya hidup dan aktivitas masyarakat perkotaan, tentunya akan menguatkan pilihan pembeli kepada merk Toyota.

Toyota All New Shienta mempunyai desain yang diluar kelaziman Toyota yang dijual di Indonesia. Desainnya out of the box Toyota selama ini. Di depan terdapat grill layaknya Yaris lele, dan ada tambahan garis hitam memanjang dari headlamp sampai rumah foglamp. Menurut Yui Hastoro, Direktur teknik TMMIN, garis simetris itu menyiratkan bentuk senyuman. Untuk menggambarkan bahwa Sienta ini ceria dan shinning. Body samping dengan garis pintu yang melengkung, dan kaca samping belakang terlihat tidak simetris dan bertabrakan dengan pintu sliding tengah. Tidak berhenti sampai tampak belakang pun masih terdapat garis senyuman dari stoplamp sampai ke bemper bawah. 

Untuk interior sekilas tidak se-absurd eksterior, cenderung aman dan elegan. Dengan panel AC digital, Head unit monitor 4,2 inchi, steering switch control, cruise control, serta paket keselamatan dari Toyota safety sense C. Khusus untuk tipe Q telah menggunakan panel spedometer full LCD, keyless entry dengan push staRt/stop button, rem ABS, EBD, Stability Control, Gill Start Assist, Dual electric sliding doors, AC otomatis, double blower, dan E buah airbag. Kepraktisan sebagai mobil keluarga, diakomodasi dengan dua glovebox di depan dan tempat penyimpanan di bawah cluster tengah. 

Untuk mesin yang dipasarkan di Indonesia, menggunakan mesin 2NR-FE yang merupakan penerus 1NZ-FE. Tapi tenaga yang dihasilkan biasa-biasa saja, dengan kubikasi mesin 1,5 L 4 silinder menyemburkan daya 107 dk pada 6.000 RPM dan torsi 140 Nm pada 6.200 RPM. Mungkin Toyota tidak ingin para family man yang mempunyai Sienta kebut-kebutan dan menikmati berkendara santai dengan Sienta.
Toyota All New Sienta dibanderol mulai Rp 230 juta hingga Rp 295 juta. Dengan segala kelebihan dan kekurangan Sienta ini, jika Readers berminat memiliki Sienta harus bersabar dulu karena Toyota baru membuka booking order, dan rilis resmi Toyota Sienta di bulan Juli 2015.

Friday, April 22, 2016

MPV Dengan Sejarah Panjang, Test Drive Kijang Innova Tipe G Tahun 2005

Moin Readers.. Bermula dari rotasi pegawai di kantor ane, sehingga ada rekan baru di kantor. Rupanya rekan ane membawa Kijang Innova Tipe G bermesin bensin sebagai sarana transportasi ke kantor. Sedikit spik-spik akhirnya ane diijinkan untuk test drive MPV Toyota ini. Monggo dipantengin bagaimana kesan ane terhadap mobil ini Readers..

Intro
Toyota Kijang, sebuah mobil dengan sejarah panjang di Indonesia. Pertama kali diproduksi Di tahun 1977 karena asal nama Kijang adalah Kerjasama Indonesia Jepang. Toyota Kijang sangat populer di mata masyarakat Indonesia dan juga membuat pesaing-pesaingnya menjadi follower dengan menggunakan nama hewan, seperti Isuzu Phanter, Mitsubishi Kuda, dan Daihatsu Zebra.
sekarang Toyota Kijang mempunyai 6 generasi. Dan yang ane test drive dan review adalah generasi kelima, Toyota Kijang Innova (selanjutnya ane sebut Innova). Sebuah perubahan drastis di generasi ini dibanding generasi keempat. Berbagi platform dengan Toyota Hilux dan Fortuner, tentunya membuat kelas Innova meningkat. Dan sedikit demi sedikit publik lebih akrab dengan nama Toyota Innova dibandingkan Toyota Kijang Innova.
Eksterior
Innova yang ane coba ini adalah Innova Tipe G tahun 2005. Melihat tampilan eksterior memang tidak menyisakan garis body dari Kijang generasi keempat. Kalau sebelumnya body kijang terkesan boxy di versi Innova menurut ane terbawa arus Honda Stream. Walau kesan pertama body membulatnya terkesan seperti ikan paus.

Tampilan depan buat ane bagus, dengan grill yang tidak banyak krom.

Bagian samping, entah karena Innova ini berbadan besar dan tarikan body samping terlalu sederhana sehingga terlihat plain. Seakan banyak ruang kosong di bagian samping.


Di bagian belakang nampak kaca belakang yang besar sehingga menegaskan mobil ini yang lebar. Ada juga roof spoiler yang mendongkrak penampilan.
Interior

Setelah puas muterin mobil ini dan liatin dari atas bawah, depan belakang, samping kanan kiri. Ane masuk ke dalam interior mobil, suasana cream menyambut penumpang mobil ini. Ane suka suasananya, karena terasa mewah dan nyaman. Dasboard mirip dengan Toyota Fortuner walau terdapat perbedaan detail kecil. Duduk di ruang kemudi terasa tinggi, khas pengendaraan Kijang dari generasi ke generasi, memberikan keuntungan pandangan kemudi yang luas.


Untuk cup holder tidak bertebaran layalnya di Yaris generasi pertama, hanya satu di masing-masing panel pintu.

Nilai plus untuk dashboard yaitu glovebox ganda di depan kursi penumpang.


Untuk legroom depan dan belakang yang mengejutkan buat ane adalah dengan body yang besar ternyata legroom pas-pasan dengan lutut ane. Ketika memakai Yaris yang lebih kecil pun legroom masih tersisa luas, tapi entah mengapa di Innova yang besar legroomnya kurang maksimal.



Untuk semburan AC penumpang belakang hingga baris ketiga tidak perlu khawatir gerah dan kepanasan. Karena terdapat lubang AC untuk baris kedua dan ketiga.



Jok depan hingga belakang dengan busa tebal, cukup nyaman untuk perjalanan jauh. Menariknya untuk jok belakang dengan sistem lipat kesamping atas.

Untuk ruang bagasi cukup luas bahkan ketika jok baris ketiga dalam kondisi terpakai.
Mesin


Untuk unit review ini kebetulan bermesin 1TR-FE 2,0 L yang mampu memberikan daya maksimum 136 HP di putaran 5600 RPM dan torsi 182 Nm di putaran 4000 RPM. Tenaga yang besar dibandingkan dengan mesin versi dieselnya, yaitu 2KD-FTV 2,5 L yang hanya mampu menyemburkan 102 HP pada putaran 3600 RPM dan torsi maksimal 200 Nm di putaran 1600 hingga 3600 RPM. Walau begitu di masyarakat sendiri untuk resale value lebih tinggi untuk versi mesin diesel. Karena pertimbangan torsi yang lebih besar dan penggunaan BBM yng irit. Untuk versi bensin tenaga yang besar memang harus dibayar dengan konsumsi BBM yang lebih boros pula.
Driving impression

Ane berkesempatan mencoba unit review ini di wilayah perkotaan, untuk perjalanan luar kota kebetulan juga sudah pernah tetapi dengan unit berbeda, pulang pergi Madiun-Malang.


Impresi awal saat melihat mobil besar ini, yang terpikir adalah pandangan yang terbatas. Ternyata saat duduk di jok pengemudi, posisi duduk tinggi dan pandangan kedepan, samping, dan belakang cukup leluasa dan minim blindspot. Spion kanan kiri juga besar untuk melihat ke belakang. 
Saat ane mulai memacu mobil ini, rasa mantab dan anteng ane rasakan. Nyaman Readers..
Tarikan mesin soft, pelan tapi pasti tenaga selalu mengisi. Innova ini menggunakan sasis ladder frame, yang sejatinya banyak digunakan untuk pick up karena daya angkut lebih kuat tetapi sedikit mengorbankan kenyamanan. Nah saat ane coba melibas lubang dan polisi tidur juga mampu direduksi dengan baik oleh kaki-kakinya. Overall menurut ane mengendarai Innova ini nyaman baik digunakan di dalam maupun luar kota.
Kesimpulan
Readers suka mobil bertenaga, muat banyak penumpang, nyaman, dan tidak peduli konsumsi BBM. Maka Readers cocok meminang Innova tipe G tahun 2005 ini. 
Pros
- Nyaman
- Tenaga besar
- Spacious cabin(not mention legroomnya yang pas-pasan)
- Kisi Ac di tiap baris penumpang
Cons
-Konsumsi Bbm untuk tipe bensin termasuk boros.
-Resale value tipe bensin masih dibawah tipe diesel
Pricing
Readers bisa meminang Innova tipe G bensin tahun 2005 dengan kisaran harga Rp 110 juta - 120 juta. Dengan kisaran harga sekian Readers juga bisa mempertimbangkan Isuzu Panther LS tahun 2001 atau Nissan Serena tahun 2004. Selamat berburu Readers..

Thursday, April 21, 2016

10 Mobil 3 silinder terbaik di Indonesia

Moin Readers.. asal muasal artikel ini ketika ane pulang ke kota kelahiran dan bapak ane bernostalgia dengan Daihatsu Hijet yang sudah lama terjual. Bapak cerita sangat nyaman menggunakan Hijet, dan yang disayangkan menurut bapak adalah mesinnya yang 3 silinder. Karena menurut beliau tenaga mesin kopong dan getaran mesinnya keras. Nah ane jadi tergelitik karena trend penggunaan mesin 3 silinder di mobil-mobil keluaran terbaru. Untuk impresi ane terhadap mesin 3 silinder zaman sekarang, ane sudah mencoba test drive Nissan March, yang bisa Readers cek disini
Sementara itu di artikel ini Ane mengumpulkan 10 mobil keluaran terbaru di Indonesia dengan mesin 3 silinder. Berikut list mobil-mobilnya buat Readers..
1. Nissan March

Sebuah hatchback 3 silinder dengan desain body yang membulat dan terkesan feminin. Dengan mesin HR12DE 1.198 cc 3 silinder, mesin yang masih satu family dengan Grand Livina. Dengan karakteristik lemah di akselerasi namun efisien di penggunaan bahan bakar.
2. Daihatsu Xenia

LMPV 7 penumpang dengan mesin 989 cc 3 silinder? Mungkin banyak yang ragu untuk performa Xenia ini. Tapi dari pengalaman ane pernah mengendarai luar kota dari Malang ke Banyuwangi dengan beban penuh, sepertinya Readers tidak usah khawatir akan kehabisan nafas di akselerasi. Kekurangannya memang suara mesin kalah halus dengan Nissan March.
3. Toyota Agya

Mobil LCGC merk Toyota, yang diproduksi oleh Daihatsu. Dengan mesin 998 cc 3 silinder, suara dan getaran mesinnya tak terasa, namun ketika digunakan berakselerasi di RPM atas memang suara khas 3 silinder mulai terdengar. Tenaga tidak terlalu besar 65 dk, cukuplah untuk menggendong bodynya yang ringan.
4. Daihatsu Ayla

Saudara kembar identik dari Toyota Agya, tetunya pengalaman berkendara terhada mesinnya sama dengan Toyota Agya. Untuk Daihatsu Ayla X ane pernah mengendarai hingga kecepatan 130 km/jam, sayang body yang ringan dan tapak roda yang kecil sudah tidak mampu menerima putaran mesinnya.
5. Suzuki Karimun Wagon R

Suzuki meluncurkan Karimun Wagon R untuk bertarung di kelas LCGC. Dengan mesin K10B menyemburkan 68 dk, dan suara dan getaran mesin tidak terlalu istimewa. Kelebihan Karimun Wagon R adalah adanya pilihan AGS (Auto Gear Shift) yang memberikan pilihan perpindahan gigi secara manual tanpa pedal kopling ataupun otomatis.
6. Datsun Go

Datsun melakukan comeback di pasar Indonesia dengan meluncurkan Datsun Go dan Datsun Go panca. Mesin yanh digunakan sama dengan Nissan March, HR12DE dengan 1198 cc 3 silinder. Ternyata walaupun torsi yang tercatat sama tetapi tenaga yang disemburkan terpaut cukup jauh, Datsun Go mencatat keluaran tenaga hingga 68 dk sedangkan Nissan March mampu mengeluarkan tenaga maksimal 79 dk.
7. Ford Fiesta EcoBoost

Lucky 7 ini ane persembahkan untuk mesin 3 silinder Ford EcoBoost. Ford EcoBoost walau dalam segi penjualan di Indonesia tidak terlalu banyak, bahkan hanya 1/4 dibanding penjualan Ford Fiesta. Tapi dari teknologi mesin ini adalah mesin 3 silinder terbaik di kelasnya dibuktikan dengan menyabet International best engine of the year 3 tahun berturut-turut tahun 2012, 2013, dan 2014. Mesin 998 cc dan 3 silinder dengan turbocharger mampu menyemburkan tenaga 125 dk dan torsi 170 Nm. lebih tinggi daripada hatchback dengan mesin 1,5 L seperti Jazz atau Yaris.
8. Mitsubishi Mirage

Mobil andalan Mitsubishi di kelas city car, dengan mesin 1.193 cc dan 3 silinder. Tenaga 75 dk dan torsi 100 Nm, sepertinya tidak salah kalau iklan komersial mobil ini menggunakan Rio Haryanto sedang ngebut didalam kota, karena cukup bisa diandalkan untuk stop and go. Sayang untuk perjalanan luar kota mobil ini terasa agak limbung. Untuk review Mirage lebih lengkap bisa membuka artikel ini.
9. Suzuki Karimun Estillo

Sebelum Karimun Wagon R mengaspal di jalanan Indonesia, terdapat generasi Karimun Estillo. Di awal peluncurannya tahun 2007 masih menggunakan mesin F10D 4 silinder, selang 2 tahun yakni di tahun 2009 New Suzuki Karimun Estillo dengan mesin K10B 3 silinder. Mesin yang sama dengan Suzuki Karimun Wagon R. Untuk penggunaan sehari-hari asal tidak untuk tanjakan ekstrim mesin ini masih memuaskan.
10. Peugeot 107

City car baru dari peugeot ini mungkin tidak familiar di Indonesia. Merk yang kurang familiar bagi pengguna awam dan juga harga jual yang ditawarkan untuk Peugeot 107 membuat peminat city car berpikir 2 kali. Mesin yang digunakan sama dengan mesin duo Agya-Ayla, dengan penambahan teknologi VVTi dan mode transmisi peugeot 2-tronic.

Tuesday, April 19, 2016

Apa itu VTEC? Sejarah dan Sekelumit Gambaran Mesin Andalan Honda

Moin Readers.. Ketika membicarakan mesin, pasti yang terpikir dari Readers adalah reliabilitas mesinnya, keluaran tenaganya, dan seberapa efisien penggunaan bahan bakar mesin tersebut. Karena memang benar 3 kriteria tersebut adalah parameter yang penting digunakan untuk penggunaan mesin mobil produksi massal.

Kenapa di artikel ini ane membahas mesin VTEC Honda? Karena menurut ane mesin VTEC Honda memenuhi 3 kriteria di atas. Mesin ini lulus meminum BBM Indonesia yang terkenal terburuk di ASEAN dan masih bisa berjalan hingga puluhan tahun. Tenaga.. ehmm sepertinya dengan gambaran mesin L15A 1,5 L yang mampu memuntahkan daya hingga 120 HP tentunya cukuplah untuk mengasapi angkot dan motor-motor alay. Pun konsumsi bbmnya ane sendiri bisa bilang cukup irit digunakan untuk keliling kota maupun keluar kota. Tidak heran kalau penggunaan mesin VTEC Honda ini populer di mata para pengguna merk Honda.

Walaupun mesin VTEC populer sebagai mesin mobil tetapi sejarahnya mesin VTEC berasal dari Divisi Motor Honda yaitu REV atau Hyper VTEC dan diperkenalkan pertama kali pada tahun 1983 dan digunakan oleh CBR400. Bagian Research and Development (R&D) Honda Ikuo Kujitani adalah yang pertama kali berinisiatif mengembangkan mesin ini, dan dikenal sebagai Bapak VTEC.

Setelah ane cerita tentang sejarah VTEC, terus apa sih VTEC itu? VTEC (Variable Valve Timing and Lift electronic Control) adalah teknologi yang menggabungkan elektronika dan mekanisme buka katup masuk (intake) sehingga kecepatan masuk antara bahan bakar dan udara tetap terjaga dalam setiap rentang putaran mesin. Sederhananya VTEC ini mempunyai dua profil noken as yang bekerja di dua RPM berbeda, putaran rendah dan putaran tinggi. Sistem VTEC ini mampu mengoptimalkan torsi dan tenaga di setiap putaran dan konsumsi bbm yang lebih efisien. Dengan kelebihan tentunya juga ada kekurangan, karena menggunakan oli, maka kondisi oli harus di cek dengan seksama. Kerja VTEC bisa terganggu karena oli mesin kurang, kotor, atau tekanan oli rendah.

Monday, April 18, 2016

10 Mobil Kembar Kolaborasi Pabrikan Di Indonesia

Moin Readers.. Ketika membicarakan produk suatu pabrikan atau vendor pastinya dengan bentuk yang unik dengan ciri khas masing-masing. Tapi untuk beberapa produk di bawah ini agak berbeda Readers, karena bentuk yang mirip di antara dua produsen mobil di Indonesia. Berikut merupakan mobil kembar beda merk yang pernah mengaspal di Jalanan Indonesia.
1. Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia
Toyota Avanza dan Daihatsu Xebia

Duo LMPV Toyota dan Xenia, hingga generasi ketiga ini, keduanya tetap berbagi sasis. Tidak heran karena memang keduanya produksi dari Daihatsu. Daihatsu dengan Xenianya dan Toyota merebadge produk Daihatsu ini dengan nama Avanza. Kembaran ini penjualannya juga cukup menggembirakan dan menduduki peringkat atas penjualan Low MPV di Indonesia.
2. Toyota Rush dan Daihatsu Terios
Daihatsu Terios dab Toyota Rush

Daihatsu Terios merupakan penerus generasi Daihatsu Taruna. Dengan kolaborasi Daihatsu Toyota maka muncul pula versi Toyota yaitu Toyota Rush. Dengan menyasar pasar yang sama di kelas Low SUV dan dengan formula yang sama dengan Avanza Xenia yaitu harga Toyota Rush di atas Daihatsu Terios. 
3. Toyota Agya dan Daihatsu Ayla
Duo Agay dan Alay

Sepertinya Toyota dan Daihatsu sangat puas dengan kolaborasinya, sehingga berlanjut lagi di kelas LCGC kolaborasi ini memproduksi Toyota Agya dan Daihatsu Ayla. Toyota Agya dan Daihatsu Ayla dirancang dan diproduksi oleh Daihatsu. Menggunakan mesin yang sama dengan Toyota Aygo, Citroen C1, dan Peugeot 107. Termasuk sukses di pasar Indonesia, hingga diimpor ke Filipina menggunakan nama Toyota Wigo dan direbadged oleh Perodua dengan nama Perodua Axia.
4. Suzuki Ertiga dan Mazda VX1
Mazda VX1 dan Suzuki Ertiga

Suzuki Ertiga merupakan mobil Low MPV produksi Suzuki, diluncurkan tahun 2012 dan telah mencatat penjualan yang memuaskan. Dan melihat kesuksesan Ertiga, Mazda sepertinya tertarik bermain di segmen Low MPV karena Mazda sendiri hanya mempunyai MPV menengah keatas yaitu Biante dan Mazda8. Tapi sayang penjualan Mazda VX1 tidak terlalu menggembirakan seperti kembarannya dikarenakan Mazda sendiri seperti setengah hati dalam memasarkan VX1.
5. Isuzu Panther Grand Touring dan Chevrolet Tavera
Isuzu Phanter Grand Touring

Chevrolet Tavera

Kalau menyebut nama Isuzu Panther Grand Touring, tentunya Readers pasti tau dan terbayang bodynya seperti apa. Sebuah mobil niaga 7 penumpang andalan Isuzu dan sampai sekarang pun tetap diproduksi dengan bentuk body yang tidak banyak berubah dari tahun ke tahun. Sedangkan Chevrolet Tavera, bakal banyak orang awam yang mengernyitkan dahi. Produk apa itu.. Gambaran simpelnya ini adalah Isuzu Panther mesin bensin. Body identik, cuma mesin menggunakan mesin Blazer Montera 2,2 L. Merk yang kurang familiar dan paduan mesin bensin ber CC besar sepertinya sukses membuat penjualan Tavera nyungsep. Sangat jarang melihat unit Tavera di jalanan saat ini.
6. Suzuki APV dan Mitsubishi Maven
Suzuki APV dan Mitsubishi Maven

Suzuki APV merupakan mobil roti tawar andalan Suzuki. Diluncurkan pada tahun 2005 dan mengalami facelift di tahun 2007 dengan nama Suzuki APV Arena. Dan di tahun 2009 muncul varian yang lebih mahal yaitu Suzuki APV Luxury. Sedangkan Mitsubishi Maven merupakan produk dari Mitsubishi. Body dan sasis Maven diproduksi oleh Suzuki sedangkan untuk mesin menggunakan mesin T120SS. Dengan mesin T120SS konsekuensi harga lebih mahal daripada Suzuki APV, tentunya Maven hanya mengisi celah pasar yang sempit hanya untuk penggemar setia merk Mitsubishi.
7. Daihatsu Hijet dan Mitsubishi Jetstar
Mitsubishi Jetstar

Daihatsu Hijet

Daihatsu Hijet 1000 merupakan mobil produksi Daihatsu yang diluncurkan tahun 1984 hingga 1986 dan dirakit oleh karoseri lokal Indonesia seperti Laksana, New Armada, Tugas Kita, dan Adi Putro. dan menurut pengalaman masa kecil ane, Adi Putri adalah salah satu karoseri Hijet yang punya resale value tinggi karena pekerjaan yang rapi dan bagus. untuk Mitsubishi Jetstar adalah varian minibus yang diproduksi oleh PT Krama Yudha Tiga Berlian kurun waktu 1986 hingga 1989. Untuk body merupakan produksi Mitsubishi sendiri sedangkan mesin menggunakan mesin Hijet yaitu mesin CB series dengan 3 silinder. Konon nama Jetstar diambil dari gabungan Hijet (Daihatsu Hijet) dan star (logo Mitsubishi 3 berlian yang mirip bintang).
8. Suzuki Carry dan Mitsubishi T120SS
Duo carry dan T120SS

Suzuki Carry merupakan mobil produksi Suzuki yang berbagi platform dengan Mitsubishi T120SS. Sekilas dari luar hampir mirip untuk desain body, yang membedakan hanya mesin. Untuk Suzuki Carry menggunakan mesin G15A 1,5 L, sedangkan T120SS menggunakan mesin 4G15 1,5 L. Mesin T120SS lebih besar 1 HP daripada mesin Carry, selisih yang cukup kecil. Dan sering muncul anggapan di masyarakat jika ingin membeli mobil yang irit maka memilih Carry sedangkan mobil yang tenaga besar dan kuat di tanjakan maka memilih T120SS.
9. Mitsubishi L300 dan Isuzu Bison
Mitsubishi L300

Isuzu Bison

Mitsubishi L300, sebuah merk legendaris terutama di segmen pickup. Populasinya pun bertebaran dimana-mana sehingga untuk mencari sparepartnya pun mudah dan resale valuenya masih tinggi. Isuzu pun mencoba celah memproduksi Isuzu Bison, dengan body yang identik dengan L300 kecuali di logo dan merk depan, tetapi dipersenjatai mesin Phanter 4JA1L 2.499 cc Turbocharger yang diklaim lebih bertenaga dan irit bahan bakar.
10. Toyota FT86 dan Subaru BRZ
Toyota FT 86

Subaru BRZ

Untuk list terakhir ini mungkin unit Subaru BRZ paling susah ditemui unitnya di jalanan Indonesia. Ane sendiri baru sekali menjumpai Subaru BRZ, dibandingkan dengan Toyota FT86 yang jamak ditemui di jalanan. Kolaborasi Toyota dan Subaru ini perpaduan sejarah dan kemampuan pabrikan.. Toyota dengan sejarah Corolla AE86 yang legendaris, dan kemampuan Subaru menciptakan mesin boxer. Sehingga tercipta mobil sport coupe yang menarik ini. Kedua mobil ini didevelop bersamaan antara Toyota dan Subaru, sedangkan proses produksinya dikerjakan oleh Subaru.